Tidak semua yang aku tulis adalah aku, dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu. Not Allowed to Copy Paste ^)^
Showing posts with label Catatanku. Show all posts
Showing posts with label Catatanku. Show all posts

Sunday, March 19, 2017

Catatan Luka Hati

Posted by Ulfi_Adelia at 6:06 AM 0 comments
Ada masa aku dibutakan olehmu. Nalar dan logikaku tak berjalan karena cintaku. Aku tak lagi menjadi diriku lagi ketika denganmu. Aku berusaha menutup mata dan telingaku akan segala sesuatu tentangmu yang menyesakkan dada. Entah karena cinta atau obsesiku terhadap kamu. Sekalipun kamu berulang kali menancapkan belati ke dadaku. Tak kulihatpun itu sebagai belati. Aku selalu percaya bahwa kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku hanya cara kita yang berbeda. Namun semakin aku melaluinya, segala hal yang meyesakkan dada tak dapat kutepis lagi. Aku kembali bertanya akan cintamu. Kuputuskan bahwa diriku akan hidup tanpamu. Mencoba menghapus sosokmu yang membelenggu hati dan fikiranku. Tapi sepertinya menghapus tentangmu tak akan pernah bisa. Sehingga aku memilih melanjutkan hidup dengan kenangan pahit yang kamu berikan. Menyesakkan memang, namun aku harus terbiasa tanpamu. Berdamai dengan sakit yang kamu berikan. Hingga terhapus oleh waktu dan penggantimu kelak. 

Love is Patience

Posted by Ulfi_Adelia at 5:26 AM 0 comments
Cinta adalah kesabaran. Cinta adalah perjuangan untuk melawan ketidaksabaran. Cinta adalah proses menuju kesabaran. Bukan cinta jika tak sabar. 
Dan aku memilih sabar karena cinta. Bersabar dengan waktu, bersabar dengan jarak, bersabar dengan keadaan, bersabar dengan proses, dan bersabar dengan dirimu. 
Aku memilih sabar, karena kau juga memberikanku sebuah kesabaran. Bersabar dengan jarak, waktu, proses, dan juga kekuranganku. 
Kita bersabar karena cinta. 
Karena cinta adalah sabar




Saturday, November 28, 2015

Waiting

Posted by Ulfi_Adelia at 7:07 AM 0 comments
Hey Kau, yang membuat aku menunggu selama ini di tengah tetesan hujan

Sadarkah, dirimu bahwa ada aku yang sedang berdiri disini

Entah, sudah berapa lama aku berdiri disini

Kau yang terlalu tenggelam dengan hangatnya senja

Hingga tak kau sadari aku berada dalam dinginnya hujan

Janganlah sampai aku lelah menunggu ditempat ini..

Ah., bukan,, aku tak pernah lelah menunggu dan berdiri di tempat ini

Aku hanya takut jika bulir-bulir hujan menjadikan hatiku dingin dan beku terhadapmu

Sehingga hatiku akan menjadi mati rasa padamu

Dan ketika kau datang kelak membawa payung teduh itu

Hatiku mati rasa untuk menerimanya


Friday, November 27, 2015

Dalam Cangkir

Posted by Ulfi_Adelia at 6:11 AM 0 comments
Rasanya ingin menggunting jarak
makin tunas rasanya, rasa yang ada
rindu yang terjalin mengerat dan berat

memindahkan tubuh pada ruang sunyi lagi
di beranda berpetak
meminjam nada-nada dan suara-suara yang disuka
kemudian mengalun dan bersenandung sendiri
selagi senja menghangat

dirimu teraduk dalam cangkir senja yang membumi
secangkir kopi dan imajinasi
kusesap dalam-dalam
dan rindu bertebaran memenuhi warna pelangi di kejauhan

Saturday, September 26, 2015

Jarak

Posted by Ulfi_Adelia at 10:12 PM 0 comments
Ada rindu yang tertitip, ada cinta yang terjaga

Ada curiga yang terpendam, ada hati yang bertahan

Ada setia yang teruji, ada cemburu yang terlintas

Nuansa yang dihadirkan oleh sebuah jarak

Jarak aku dan kamu

Jarak tak berarti jurang pemisah sebuah hubungan

Yang akan menjadikan kita menjadi aku dan kau

Tapi sebuah tantangan untuk kita lewati

Kadang, kita butuh jarak untuk saling melihat

Melihat seberapa sungguh kita dalam cinta

Seberapa kuat hati kita tuk bertahan

Hingga pada saatnya tiba

Akan hadir cinta yang kokoh

Yang selalu tetap rindang untuk ditempati






Sunday, May 24, 2015

Perumpamaan Layang-layang Itu

Posted by Ulfi_Adelia at 8:27 AM 0 comments
Perumpamaan layang-layang itu

Seperti itulah kita berdua

Kamu nahkodanya, sedang aku si layang-layang itu

Dan benang adalah cinta kita

Kemampuan gerakan tanganmu memainkan untaian benang yang menghubungkanku

Irama angin yang harus kau bersahabat dengannya

Kamu bisa menerbangkanku tinggi atau bisa membuatku lepas dan terbang terbawa angin

Ketika aku terlepas dan terbang jauh sungguh sangat jauh

Apakah kakimu rela berlari mengejarku?

Apakah kakimu rela memanjat tebing tinggi ketika aku berada disana?













Secangkir Kopi dan Sepotong Senja

Posted by Ulfi_Adelia at 7:33 AM 0 comments
Cinta dalam diam layaknya secangkir kopi hangat yang kau seduh saat menyambut ufuk atau pun melepas senja. 
Di sana, akan kau temukan betapa pahit dan pekat rasa seduhannya. 
Semua terasa sulit kita raba, senada dengan cinta dalam diam kita yang begitu tertatih untuk kita jaga dan juga kita tumbuhkan benih harapannya pada tiap letupan. 
Namun seperti halnya secangkir kopi hangat, maka meski dalam pahit dan pekat kau terus mencoba merasakan dan mempertahankan cintamu, 
Di sana akan kau temukan sepercik rasa manis dan juga aliran hangat yang akan menenangkanmu dan membuatmu tersenyum saat kau menggoreskan penamu untuk menulis tentang seseorang yang kau cintai. 



Monday, March 30, 2015

Sedang Tak Merindukan Mentari

Posted by Ulfi_Adelia at 6:40 AM 0 comments
Kala mentari pagi mulai menampakkan dirinya

Disambut kicauan burung yang riangnya

Dan tetesan embun di setiap ranting-ranting pohon yang menggelantung

Dan ketika mentari mulai menunjukkan seluruh tubuhnya

Seketika juga gerombolan manusia yang keluar dari gubuknya menyongsong pagi

Suara klakson-klakson yang nyaring

Membuat suasana bumi semakin bising

Gumpalan awan gelappun tak mau kalah

Keluar dari cerobong tempat peraduannya

Semua manusia nampak dengan corak yang berbeda-beda

Hendak mengais rezeki, memenuhi bangku-bangku belajar, atau hanya sekedar meratapi nasib

Ah, penat niat dengan suasana ini

Ingin segera berlalu, seolah sedang tak merindukan mentari

Segera ingin berjumpa dengan pekatnya malam

Walaupun dia tak selalu memberikan pundi-pundi rupiah

Namun setidaknya memberikan pundi-pundi ketenangan

Yang tak bisa diberikan mentari

Hanya rinai hujan yang menghibur dengan rinainya yang merdu

Meninabobokan dan sang bulan menepuk bahu yang penuh lelah ini

Ah, sungguh aku sedang tak merindukan mentari saat ini.


Wednesday, March 25, 2015

Time is Ours

Posted by Ulfi_Adelia at 5:18 AM 1 comments
Taukah kamu momen-momen apa yang paling menyenangkan hingga saat ini ?

Taukah kamu apa aktivitas favoritku ?

Ya, momen-momen itu adalah saat kamu ada dalam momen itu

Ya, aktivitas itu adalah ketika kamu juga ada dalam aktivitas itu.

Bersamamu...

Momen itu adalah

Bercengkrama di heningnya malam

Disaksikan sang rembulan yang tersenyum malu

Menyaksikan kita yang sibuk berdialog dengan gadget yang berisi suara kamu ataupun aku

Ketika semua orang sudah tenggelam dalam dunia mimpi mereka

Kita masih sibuk membahas hal-hal yang dapat dijadikan judul cerita setiap malamnya

Kadang hening sejenak, tanpa kata, dan hanya seutas senyuman

Dan diakhiri saling mengungkapkan rindu dan bertaruh siapa yang rindunya paling besar

Dan aktivitas itu adalah

Ketika kamu ataupun aku berada pada zona "sibuk"

Rela mencuri waktu-waktu sempit hanya untuk bertemu

Hanya untuk menanyakan kabar, bercerita hal-hal apa yang singgah dikepala

Kadang, memanfaatkan angka merah untuk berjumpa

Dengan gaya santaimu, kaos gelap dan jeans sambil membawa beberapa minuman

Ke tempat makan yang jadi favorit kita berdua, atau berwisata kuliner

Hal yang cukup menyenangkan untuk diingat...










Sunday, March 22, 2015

Pandanglah Aku

Posted by Ulfi_Adelia at 7:13 AM 0 comments
Aku yang selalu bersamamu mengisi hari-harimu

Aku yang sebagai tempat kamu menceritakan hal-hal terkonyolmu

Hingga perasaanmu

Kita selalu bersama, tampak tak terpisahkan, kata mereka.

Aku yang tak pernah bosan bersamamu

Aku yang tak pernah kau arahkan pandanganmu juga hatimu

Pandangan seorang wanita memandang seorang pria

Engkau yang teramat dekat namun juga teramat terjal aku raih

Engkau yang tak pernah menyadari arti tatapanku

Pandanglah aku, walau itu hanya semenit

Pandanglah perasaanku yang telah lama mengepul yang semakin menyesakkan dadaku

Dan kau akan mengerti arti dari setiap tatapan dan kehadiranku di sisimu

Aku yang menunggu dirimu berbalik kearahku


Song of Twilight

Posted by Ulfi_Adelia at 6:46 AM 0 comments
Kuberdiri dibalik jingganya langit

Sembari berdendangkan nyanyian hampa

Diiringi oleh melodi angin sepoi-sepoi

Disaksikan oleh hamparan rumput dan ilalang

Kupersembahkan nyanyian hampa ini, sebagai hadiah perpisahanku pada sang surya

Menyongsong pekatnya malam yang sepi tanpa bulan bintang

Sungguh senyap.,

Dengan suara yang hampir parau

Ku bernyanyi dengan sisa harapan yang hampir hilang

Di atas panggung kesunyian







Sunday, December 21, 2014

Pelangi yang Tak Kau Sadari

Posted by Ulfi_Adelia at 8:26 AM 0 comments
Akulah pelangi yang sedang menanti di sudut jendela kamarmu

Yang di kedua tangannya membawa seikat corak warna

Merah, Kuning, Hijau, Nila, Biru, dan Jingga

Yang masih menantimu membuka jendela

Menyambut kedua tangan itu

Akulah pelangi yang tak kau sadari, yang menantimu

Namun pintu itu masih tertutup

Mungkin ketakutanmu akan hujan masih menyelimuti hatimu

Hujan yang telah membasahi hati kecilmu dengan duka

Hingga hatimu sulit melihat pelangi ini

Kamu takut jika sedikit membukanya

Itu bukanlah benar-benar pelangi

Akulah pelangi yang nyata

Pelangi yang tak kau sadari

Hadir memberikan sejuta warna dalam hari-harimu


Saturday, December 20, 2014

Daun dan Rantingnya

Posted by Ulfi_Adelia at 11:54 PM 0 comments
Akulah daun yang bersandar pada rantingnya

Akulah yang takut terjatuh

Hingga menjadikan sang ranting penopangku

Menjagaku agar tak terjatuh di kerasnya tanah dan kencangnya angin

Tetap membiarkanku bergelantungan disetiap rantai-rantainya

Bukannya aku takut terlepas darinya

Namun takut menghadapi tanah, angin, dan senja

Ketakutan terhadap tanah yang membiarkan manusia menginjakku

Ketakutan terhadap angin yang akan menerbangkanku entah berantah

Dan ketakutan terhadap senja sekalipun di jingga ada maharani.

Biarkanlah aku daun dan rantingnya tetap bersama

Hingga sang ranting tak mampu lagi menopang sang daun





Saturday, November 29, 2014

Blossom Rain (Hujan Sakura)

Posted by Ulfi_Adelia at 11:30 PM 0 comments
Blossom..

Rain..

Dimana aku bersandar pada batangnya yang kian rapuh.,

Hingga bunga pinknya pun berguguran..

Bagaikan hujan.,,

Bukan tetesan air yang menghujaniku

Namun setiap helai pink yang bertaburan

Membawa keharuman bak kasturi

Ah., Sungguh aku tak ingin beranjak dari sini

Jiwa telah nyaman bersandar dengannya

Senyaman dirimu buatku

Pink melambangkan kasih sayang

Kasih sayang yang terus tertumpah buatku

Batang melambangkan sebuah bahu

Bahu tempatku untuk selalu menyandarkan kepala

Nyaman, Teduh, dan Sejuk

Itulah kamu...






Sunday, September 14, 2014

Hujan, Rindu, dan Kamu

Posted by Ulfi_Adelia at 5:51 AM 0 comments
Hujan, Rindu, dan Kamu
Tiga kata yang saling berkaitan erat
Tiga kata yang sedang aku urai dalam benakku
Sehingga ketiganya mampu mewakili semilir rasa yang hadir
Yah, apa yang hendak aku utarakan dalam sebuah goresan
Hujan, dia memberikan segumpal kesejukan sekaligus dingin yang menusuk
Namun hujan memberikan nuansa keindahan 
Dan dibalik itu terselip pelangi nan indah
Kamu adalah hujan untukku
Kamu memberikan segumpal kebahagiaan, namun terkadang membawa secuil asa
Secuil asa itu adalah rindu
Namun kamu adalah keindahanku
Yang akan membawa sejuta pelangi dihadapanku
Rindu, yang kuanggap sebagai asa
Aku bagaikan berdiri di bawah naungan hujan
Merindu sosokmu,merindu setiap detil yang ada pada dirimu
Merindu caramu berjalan
Merindu caramu memandang
Merindu caramu tersenyum
Yah, aku sedang merindu..
Kamu, yang menjadi tujuan atas rindu
Kamu, yang seperti hujan bagiku
Disana, apakah sosokku masih hadir dalam hari-harimu
Saat jarak hadir di tengah kita
Saat, aku dan kamu berada di 2 tempat yang berbeda
Kamu yang membuatku masih merindu
Rindukah kamu akan sosokku.??





Saturday, September 6, 2014

Hijau Rumput di Langit Biru

Posted by Ulfi_Adelia at 5:57 AM 0 comments
"Hijau Rumput Dilangit Biru"
Cukuplah menyiratkan segenggam kisah kita
Cukuplah mewakili perjalanan aku dan kamu sehingga menjadi kita
Dibalik sebaris kata itu, tersimpan banyak rasa yang telah terlewati
Dan hingga dalam perjalanan ini pun kisah itu tetap terus berlanjut
Kapan titiknya...
Hijau adalah warna yang menjadi idolamu
Biru adalah warna yang aku suka
Hijau adalah kamu
Dan Biru adalah aku
Dan Rumput dan langit itu??
Entahlah., Langit memberikan sejuta keteduhan
Merangkul dengan lembut dan hangat
Kuingin menjadi Langit bagimu
Agar hijau rumput itu tetap kuat dan hijau
Seperti langit yang akan terus menjaga dengan tak bertepi
Dan kau hijau rumput
Tetaplah memberi keasrian di sekelilingmu yang tandus
Walau kadang terinjak, kau tetap kuat dan menyebarkan manfaatmu
Seperti janji kita untuk tetap melangkah ke arah tujuan yang sama
Yang terikrarkan dengan sepasang gelang yang menjadi pengingat
Bahwa kita satu..








Sunday, August 31, 2014

Senandung Secangkir Kopi

Posted by Ulfi_Adelia at 6:56 AM 0 comments
Kurebahkan badan penuh penat di kursi kerajaanku

Bertemankan heningnya lampu yang ramang-ramang

Serta senandung secangkir kopi yang gelap gulita

Kuteguk tetes demi tetes pekatnya minuman nan gelap itu

Diiringi buaian malam yang hendak menerawang dalam-dalam

Dan cicak yang bersorak ramai nan riuh

Setiap tegukan melukiskan laraku kala itu

Kala aku sulit berpijak di terjalnya kerikil tajam

Kala diriku terlunta akan cemohan para pengais perhatian

Kala diriku terjun dalam rangkulan yang memakan jiwaku perlahan

Berusaha merangkai nada cemohan itu sebagai rangkaian irama yang bernada lembut

Seperti seteguk kopi yang kuubah menjadi susu yang manis hingga tak tersisa

Namun, raga tetaplah sigap dengan senyum yang merekah ramah

Melepaskan duri yang berkecamuk dalam dada

Untuk menatap mentari cerah yang hendak merangkul lembut










Saturday, August 30, 2014

Jika Kelak

Posted by Ulfi_Adelia at 11:32 PM 0 comments

Aku dan kamu telah menjadi kita, Ku ingin senantiasa menghabiskan waktu bersamamu
Saling bergurau dengan senyum yang merekah bahagia...

Aku dan kamu telah bersama dalam rumah harapan kita,
Ku ingin rumah itu penuh dengan hawa kebahagiaan yang terpancar dari luar rumah indah kita...

Aku dan kamu telah menjadi imam dan makmum, Ku ingin kau senantiasa berada di belakangmu
Mengikuti setiap alunan langkahmu dalam sholat..

Aku dan kamu telah telah menjadi orang tua,
Ku ingin kita menjadi partner terbaik buat anak-anak kita..

Aku dan kamu mulai rentah termakan oleh kejamnya usia,
Ku ingin kita tetap saling menopang satu sama lain,
Mengisi kerentanan usia kita dengan penuh senyuman..





Thursday, August 28, 2014

Menyayangimu Itu Tidak Salah

Posted by Ulfi_Adelia at 6:37 AM 0 comments
Sedikit memposting hasil karya Bos untuk saya
Thank you Bos.. ^_^


Aku mendampingimu ketika flu membuat hidungmu merah
Aku juga akan mendampingimu ketika sehat akan membuatmu kembali berulah
Aku akan mendampingimu sewaktu kau sedih dan penuh amarah
Aku juga akan mendampingimu sewaktu kau bahagia dengan senyum yang merekah
Aku mendampingimu saat kau sibuk dengan tugas kuliah
Aku juga mendampingimu saat kau diwisuda dengan pikiran penuh falsafah
Aku akan mendampingimu ketika lamaran kerjamu ditolak hingga lagi-lagi kau resah
Aku juga akan mendampingimu ketika kau stres dengan pekerjaanmu terasa susah
Aku akan mendampingimu sewaktu kau merasa tak berguna dan kalah
Aku juga akan mendampingimu sewaktu kau menang hingga sombongmu parah
Aku akan mendampingimu saat kita menabung untuk masa depan dengan susah payah
Aku juga akan mendampingimu saat kita di pelaminan mengikat janji untuk menikah
Aku akan mendampingimu ketika sembilan bulan kita dipenuhi resah
Aku juga akan mendampingimu ketika kita menjadi bunda dan ayah
Aku akan mendampingimu hingga raga kita rentah dan lelah
Aku juga mendampingimu hingga nafasku berakhir sudah
Karena sampai aku kembali menjadi tanah
Menyayangimu itu tak pernah salah



Sunday, August 17, 2014

Dream of life

Posted by Ulfi_Adelia at 7:58 AM 0 comments

Di tengah malam yang makin hening ini
Sejenak menetrasikan fikiran yang kian jenuh
Ku lirik web yang berlogo B
Tempatku menuangkan segala yang pernah singgah dikepalaku
Dan malam yang semakin lirih ini
Sejenak imajinasiku membentuk
Sebuah tempat yang benar-benar menjadi tempat hidupku kelak
Seperti apa, bagaimana, dan kapan, tergores jelas dibenakku
Inilah iras-iras tempat yang kuimpikan hadir kelak..

Sebuah tempat yang tentram
Jauh dari rutinitas yang terjadi seperti di dunia kota
Dengan orang-orang yang senang berbagi senyuman yang tulus
Tak terlalu padat, dan tak terlalu hening juga
Dimana disana terdapat sungai yang mengalir jernih
Pepohonan yang rindang nan sejuk
Terbentang bukit-bukit indah
Dimana aku bisa bercocok tanam
Berbagai sayuran, dan buah-buahan
Dimana aku bisa memelihara ternak-ternak
Yang semuanya bisa aku manfaatkan dan kubagi
Yah, kulakukan pada saat matahari terbangun
Hingga matahari mulai mengantuk
Bertempat tinggalkan rumah yang sederhana
Dengan desain klasik seperti rumah tempo dulu
Yang beberapa bagiannya terdiri dari kayu-kayu nan kuat
Dipenuhi tanaman-naman hias
Dan ketika sang rembulan hendak menyapa
Di sebuah surau, aku melakukan aktivitas kerohanian bersama masyarakat
Dan bercengkrama dengan heningnya malam, melakukan aktivitas paling kusukai
Membaca, menulis, dan hal yang membuat hatiku berdegup riang..

Kan kuhabiskan waktuku dengan penuh damai disana dengan senyuman terindah
Kapan yea?




>
Showing posts with label Catatanku. Show all posts
Showing posts with label Catatanku. Show all posts

Sunday, March 19, 2017

Catatan Luka Hati

Posted by Ulfi_Adelia at 6:06 AM 0 comments
Ada masa aku dibutakan olehmu. Nalar dan logikaku tak berjalan karena cintaku. Aku tak lagi menjadi diriku lagi ketika denganmu. Aku berusaha menutup mata dan telingaku akan segala sesuatu tentangmu yang menyesakkan dada. Entah karena cinta atau obsesiku terhadap kamu. Sekalipun kamu berulang kali menancapkan belati ke dadaku. Tak kulihatpun itu sebagai belati. Aku selalu percaya bahwa kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku hanya cara kita yang berbeda. Namun semakin aku melaluinya, segala hal yang meyesakkan dada tak dapat kutepis lagi. Aku kembali bertanya akan cintamu. Kuputuskan bahwa diriku akan hidup tanpamu. Mencoba menghapus sosokmu yang membelenggu hati dan fikiranku. Tapi sepertinya menghapus tentangmu tak akan pernah bisa. Sehingga aku memilih melanjutkan hidup dengan kenangan pahit yang kamu berikan. Menyesakkan memang, namun aku harus terbiasa tanpamu. Berdamai dengan sakit yang kamu berikan. Hingga terhapus oleh waktu dan penggantimu kelak. 

Love is Patience

Posted by Ulfi_Adelia at 5:26 AM 0 comments
Cinta adalah kesabaran. Cinta adalah perjuangan untuk melawan ketidaksabaran. Cinta adalah proses menuju kesabaran. Bukan cinta jika tak sabar. 
Dan aku memilih sabar karena cinta. Bersabar dengan waktu, bersabar dengan jarak, bersabar dengan keadaan, bersabar dengan proses, dan bersabar dengan dirimu. 
Aku memilih sabar, karena kau juga memberikanku sebuah kesabaran. Bersabar dengan jarak, waktu, proses, dan juga kekuranganku. 
Kita bersabar karena cinta. 
Karena cinta adalah sabar




Saturday, November 28, 2015

Waiting

Posted by Ulfi_Adelia at 7:07 AM 0 comments
Hey Kau, yang membuat aku menunggu selama ini di tengah tetesan hujan

Sadarkah, dirimu bahwa ada aku yang sedang berdiri disini

Entah, sudah berapa lama aku berdiri disini

Kau yang terlalu tenggelam dengan hangatnya senja

Hingga tak kau sadari aku berada dalam dinginnya hujan

Janganlah sampai aku lelah menunggu ditempat ini..

Ah., bukan,, aku tak pernah lelah menunggu dan berdiri di tempat ini

Aku hanya takut jika bulir-bulir hujan menjadikan hatiku dingin dan beku terhadapmu

Sehingga hatiku akan menjadi mati rasa padamu

Dan ketika kau datang kelak membawa payung teduh itu

Hatiku mati rasa untuk menerimanya


Friday, November 27, 2015

Dalam Cangkir

Posted by Ulfi_Adelia at 6:11 AM 0 comments
Rasanya ingin menggunting jarak
makin tunas rasanya, rasa yang ada
rindu yang terjalin mengerat dan berat

memindahkan tubuh pada ruang sunyi lagi
di beranda berpetak
meminjam nada-nada dan suara-suara yang disuka
kemudian mengalun dan bersenandung sendiri
selagi senja menghangat

dirimu teraduk dalam cangkir senja yang membumi
secangkir kopi dan imajinasi
kusesap dalam-dalam
dan rindu bertebaran memenuhi warna pelangi di kejauhan

Saturday, September 26, 2015

Jarak

Posted by Ulfi_Adelia at 10:12 PM 0 comments
Ada rindu yang tertitip, ada cinta yang terjaga

Ada curiga yang terpendam, ada hati yang bertahan

Ada setia yang teruji, ada cemburu yang terlintas

Nuansa yang dihadirkan oleh sebuah jarak

Jarak aku dan kamu

Jarak tak berarti jurang pemisah sebuah hubungan

Yang akan menjadikan kita menjadi aku dan kau

Tapi sebuah tantangan untuk kita lewati

Kadang, kita butuh jarak untuk saling melihat

Melihat seberapa sungguh kita dalam cinta

Seberapa kuat hati kita tuk bertahan

Hingga pada saatnya tiba

Akan hadir cinta yang kokoh

Yang selalu tetap rindang untuk ditempati






Sunday, May 24, 2015

Perumpamaan Layang-layang Itu

Posted by Ulfi_Adelia at 8:27 AM 0 comments
Perumpamaan layang-layang itu

Seperti itulah kita berdua

Kamu nahkodanya, sedang aku si layang-layang itu

Dan benang adalah cinta kita

Kemampuan gerakan tanganmu memainkan untaian benang yang menghubungkanku

Irama angin yang harus kau bersahabat dengannya

Kamu bisa menerbangkanku tinggi atau bisa membuatku lepas dan terbang terbawa angin

Ketika aku terlepas dan terbang jauh sungguh sangat jauh

Apakah kakimu rela berlari mengejarku?

Apakah kakimu rela memanjat tebing tinggi ketika aku berada disana?













Secangkir Kopi dan Sepotong Senja

Posted by Ulfi_Adelia at 7:33 AM 0 comments
Cinta dalam diam layaknya secangkir kopi hangat yang kau seduh saat menyambut ufuk atau pun melepas senja. 
Di sana, akan kau temukan betapa pahit dan pekat rasa seduhannya. 
Semua terasa sulit kita raba, senada dengan cinta dalam diam kita yang begitu tertatih untuk kita jaga dan juga kita tumbuhkan benih harapannya pada tiap letupan. 
Namun seperti halnya secangkir kopi hangat, maka meski dalam pahit dan pekat kau terus mencoba merasakan dan mempertahankan cintamu, 
Di sana akan kau temukan sepercik rasa manis dan juga aliran hangat yang akan menenangkanmu dan membuatmu tersenyum saat kau menggoreskan penamu untuk menulis tentang seseorang yang kau cintai. 



Monday, March 30, 2015

Sedang Tak Merindukan Mentari

Posted by Ulfi_Adelia at 6:40 AM 0 comments
Kala mentari pagi mulai menampakkan dirinya

Disambut kicauan burung yang riangnya

Dan tetesan embun di setiap ranting-ranting pohon yang menggelantung

Dan ketika mentari mulai menunjukkan seluruh tubuhnya

Seketika juga gerombolan manusia yang keluar dari gubuknya menyongsong pagi

Suara klakson-klakson yang nyaring

Membuat suasana bumi semakin bising

Gumpalan awan gelappun tak mau kalah

Keluar dari cerobong tempat peraduannya

Semua manusia nampak dengan corak yang berbeda-beda

Hendak mengais rezeki, memenuhi bangku-bangku belajar, atau hanya sekedar meratapi nasib

Ah, penat niat dengan suasana ini

Ingin segera berlalu, seolah sedang tak merindukan mentari

Segera ingin berjumpa dengan pekatnya malam

Walaupun dia tak selalu memberikan pundi-pundi rupiah

Namun setidaknya memberikan pundi-pundi ketenangan

Yang tak bisa diberikan mentari

Hanya rinai hujan yang menghibur dengan rinainya yang merdu

Meninabobokan dan sang bulan menepuk bahu yang penuh lelah ini

Ah, sungguh aku sedang tak merindukan mentari saat ini.


Wednesday, March 25, 2015

Time is Ours

Posted by Ulfi_Adelia at 5:18 AM 1 comments
Taukah kamu momen-momen apa yang paling menyenangkan hingga saat ini ?

Taukah kamu apa aktivitas favoritku ?

Ya, momen-momen itu adalah saat kamu ada dalam momen itu

Ya, aktivitas itu adalah ketika kamu juga ada dalam aktivitas itu.

Bersamamu...

Momen itu adalah

Bercengkrama di heningnya malam

Disaksikan sang rembulan yang tersenyum malu

Menyaksikan kita yang sibuk berdialog dengan gadget yang berisi suara kamu ataupun aku

Ketika semua orang sudah tenggelam dalam dunia mimpi mereka

Kita masih sibuk membahas hal-hal yang dapat dijadikan judul cerita setiap malamnya

Kadang hening sejenak, tanpa kata, dan hanya seutas senyuman

Dan diakhiri saling mengungkapkan rindu dan bertaruh siapa yang rindunya paling besar

Dan aktivitas itu adalah

Ketika kamu ataupun aku berada pada zona "sibuk"

Rela mencuri waktu-waktu sempit hanya untuk bertemu

Hanya untuk menanyakan kabar, bercerita hal-hal apa yang singgah dikepala

Kadang, memanfaatkan angka merah untuk berjumpa

Dengan gaya santaimu, kaos gelap dan jeans sambil membawa beberapa minuman

Ke tempat makan yang jadi favorit kita berdua, atau berwisata kuliner

Hal yang cukup menyenangkan untuk diingat...










Sunday, March 22, 2015

Pandanglah Aku

Posted by Ulfi_Adelia at 7:13 AM 0 comments
Aku yang selalu bersamamu mengisi hari-harimu

Aku yang sebagai tempat kamu menceritakan hal-hal terkonyolmu

Hingga perasaanmu

Kita selalu bersama, tampak tak terpisahkan, kata mereka.

Aku yang tak pernah bosan bersamamu

Aku yang tak pernah kau arahkan pandanganmu juga hatimu

Pandangan seorang wanita memandang seorang pria

Engkau yang teramat dekat namun juga teramat terjal aku raih

Engkau yang tak pernah menyadari arti tatapanku

Pandanglah aku, walau itu hanya semenit

Pandanglah perasaanku yang telah lama mengepul yang semakin menyesakkan dadaku

Dan kau akan mengerti arti dari setiap tatapan dan kehadiranku di sisimu

Aku yang menunggu dirimu berbalik kearahku


Song of Twilight

Posted by Ulfi_Adelia at 6:46 AM 0 comments
Kuberdiri dibalik jingganya langit

Sembari berdendangkan nyanyian hampa

Diiringi oleh melodi angin sepoi-sepoi

Disaksikan oleh hamparan rumput dan ilalang

Kupersembahkan nyanyian hampa ini, sebagai hadiah perpisahanku pada sang surya

Menyongsong pekatnya malam yang sepi tanpa bulan bintang

Sungguh senyap.,

Dengan suara yang hampir parau

Ku bernyanyi dengan sisa harapan yang hampir hilang

Di atas panggung kesunyian







Sunday, December 21, 2014

Pelangi yang Tak Kau Sadari

Posted by Ulfi_Adelia at 8:26 AM 0 comments
Akulah pelangi yang sedang menanti di sudut jendela kamarmu

Yang di kedua tangannya membawa seikat corak warna

Merah, Kuning, Hijau, Nila, Biru, dan Jingga

Yang masih menantimu membuka jendela

Menyambut kedua tangan itu

Akulah pelangi yang tak kau sadari, yang menantimu

Namun pintu itu masih tertutup

Mungkin ketakutanmu akan hujan masih menyelimuti hatimu

Hujan yang telah membasahi hati kecilmu dengan duka

Hingga hatimu sulit melihat pelangi ini

Kamu takut jika sedikit membukanya

Itu bukanlah benar-benar pelangi

Akulah pelangi yang nyata

Pelangi yang tak kau sadari

Hadir memberikan sejuta warna dalam hari-harimu


Saturday, December 20, 2014

Daun dan Rantingnya

Posted by Ulfi_Adelia at 11:54 PM 0 comments
Akulah daun yang bersandar pada rantingnya

Akulah yang takut terjatuh

Hingga menjadikan sang ranting penopangku

Menjagaku agar tak terjatuh di kerasnya tanah dan kencangnya angin

Tetap membiarkanku bergelantungan disetiap rantai-rantainya

Bukannya aku takut terlepas darinya

Namun takut menghadapi tanah, angin, dan senja

Ketakutan terhadap tanah yang membiarkan manusia menginjakku

Ketakutan terhadap angin yang akan menerbangkanku entah berantah

Dan ketakutan terhadap senja sekalipun di jingga ada maharani.

Biarkanlah aku daun dan rantingnya tetap bersama

Hingga sang ranting tak mampu lagi menopang sang daun





Saturday, November 29, 2014

Blossom Rain (Hujan Sakura)

Posted by Ulfi_Adelia at 11:30 PM 0 comments
Blossom..

Rain..

Dimana aku bersandar pada batangnya yang kian rapuh.,

Hingga bunga pinknya pun berguguran..

Bagaikan hujan.,,

Bukan tetesan air yang menghujaniku

Namun setiap helai pink yang bertaburan

Membawa keharuman bak kasturi

Ah., Sungguh aku tak ingin beranjak dari sini

Jiwa telah nyaman bersandar dengannya

Senyaman dirimu buatku

Pink melambangkan kasih sayang

Kasih sayang yang terus tertumpah buatku

Batang melambangkan sebuah bahu

Bahu tempatku untuk selalu menyandarkan kepala

Nyaman, Teduh, dan Sejuk

Itulah kamu...






Sunday, September 14, 2014

Hujan, Rindu, dan Kamu

Posted by Ulfi_Adelia at 5:51 AM 0 comments
Hujan, Rindu, dan Kamu
Tiga kata yang saling berkaitan erat
Tiga kata yang sedang aku urai dalam benakku
Sehingga ketiganya mampu mewakili semilir rasa yang hadir
Yah, apa yang hendak aku utarakan dalam sebuah goresan
Hujan, dia memberikan segumpal kesejukan sekaligus dingin yang menusuk
Namun hujan memberikan nuansa keindahan 
Dan dibalik itu terselip pelangi nan indah
Kamu adalah hujan untukku
Kamu memberikan segumpal kebahagiaan, namun terkadang membawa secuil asa
Secuil asa itu adalah rindu
Namun kamu adalah keindahanku
Yang akan membawa sejuta pelangi dihadapanku
Rindu, yang kuanggap sebagai asa
Aku bagaikan berdiri di bawah naungan hujan
Merindu sosokmu,merindu setiap detil yang ada pada dirimu
Merindu caramu berjalan
Merindu caramu memandang
Merindu caramu tersenyum
Yah, aku sedang merindu..
Kamu, yang menjadi tujuan atas rindu
Kamu, yang seperti hujan bagiku
Disana, apakah sosokku masih hadir dalam hari-harimu
Saat jarak hadir di tengah kita
Saat, aku dan kamu berada di 2 tempat yang berbeda
Kamu yang membuatku masih merindu
Rindukah kamu akan sosokku.??





Saturday, September 6, 2014

Hijau Rumput di Langit Biru

Posted by Ulfi_Adelia at 5:57 AM 0 comments
"Hijau Rumput Dilangit Biru"
Cukuplah menyiratkan segenggam kisah kita
Cukuplah mewakili perjalanan aku dan kamu sehingga menjadi kita
Dibalik sebaris kata itu, tersimpan banyak rasa yang telah terlewati
Dan hingga dalam perjalanan ini pun kisah itu tetap terus berlanjut
Kapan titiknya...
Hijau adalah warna yang menjadi idolamu
Biru adalah warna yang aku suka
Hijau adalah kamu
Dan Biru adalah aku
Dan Rumput dan langit itu??
Entahlah., Langit memberikan sejuta keteduhan
Merangkul dengan lembut dan hangat
Kuingin menjadi Langit bagimu
Agar hijau rumput itu tetap kuat dan hijau
Seperti langit yang akan terus menjaga dengan tak bertepi
Dan kau hijau rumput
Tetaplah memberi keasrian di sekelilingmu yang tandus
Walau kadang terinjak, kau tetap kuat dan menyebarkan manfaatmu
Seperti janji kita untuk tetap melangkah ke arah tujuan yang sama
Yang terikrarkan dengan sepasang gelang yang menjadi pengingat
Bahwa kita satu..








Sunday, August 31, 2014

Senandung Secangkir Kopi

Posted by Ulfi_Adelia at 6:56 AM 0 comments
Kurebahkan badan penuh penat di kursi kerajaanku

Bertemankan heningnya lampu yang ramang-ramang

Serta senandung secangkir kopi yang gelap gulita

Kuteguk tetes demi tetes pekatnya minuman nan gelap itu

Diiringi buaian malam yang hendak menerawang dalam-dalam

Dan cicak yang bersorak ramai nan riuh

Setiap tegukan melukiskan laraku kala itu

Kala aku sulit berpijak di terjalnya kerikil tajam

Kala diriku terlunta akan cemohan para pengais perhatian

Kala diriku terjun dalam rangkulan yang memakan jiwaku perlahan

Berusaha merangkai nada cemohan itu sebagai rangkaian irama yang bernada lembut

Seperti seteguk kopi yang kuubah menjadi susu yang manis hingga tak tersisa

Namun, raga tetaplah sigap dengan senyum yang merekah ramah

Melepaskan duri yang berkecamuk dalam dada

Untuk menatap mentari cerah yang hendak merangkul lembut










Saturday, August 30, 2014

Jika Kelak

Posted by Ulfi_Adelia at 11:32 PM 0 comments

Aku dan kamu telah menjadi kita, Ku ingin senantiasa menghabiskan waktu bersamamu
Saling bergurau dengan senyum yang merekah bahagia...

Aku dan kamu telah bersama dalam rumah harapan kita,
Ku ingin rumah itu penuh dengan hawa kebahagiaan yang terpancar dari luar rumah indah kita...

Aku dan kamu telah menjadi imam dan makmum, Ku ingin kau senantiasa berada di belakangmu
Mengikuti setiap alunan langkahmu dalam sholat..

Aku dan kamu telah telah menjadi orang tua,
Ku ingin kita menjadi partner terbaik buat anak-anak kita..

Aku dan kamu mulai rentah termakan oleh kejamnya usia,
Ku ingin kita tetap saling menopang satu sama lain,
Mengisi kerentanan usia kita dengan penuh senyuman..





Thursday, August 28, 2014

Menyayangimu Itu Tidak Salah

Posted by Ulfi_Adelia at 6:37 AM 0 comments
Sedikit memposting hasil karya Bos untuk saya
Thank you Bos.. ^_^


Aku mendampingimu ketika flu membuat hidungmu merah
Aku juga akan mendampingimu ketika sehat akan membuatmu kembali berulah
Aku akan mendampingimu sewaktu kau sedih dan penuh amarah
Aku juga akan mendampingimu sewaktu kau bahagia dengan senyum yang merekah
Aku mendampingimu saat kau sibuk dengan tugas kuliah
Aku juga mendampingimu saat kau diwisuda dengan pikiran penuh falsafah
Aku akan mendampingimu ketika lamaran kerjamu ditolak hingga lagi-lagi kau resah
Aku juga akan mendampingimu ketika kau stres dengan pekerjaanmu terasa susah
Aku akan mendampingimu sewaktu kau merasa tak berguna dan kalah
Aku juga akan mendampingimu sewaktu kau menang hingga sombongmu parah
Aku akan mendampingimu saat kita menabung untuk masa depan dengan susah payah
Aku juga akan mendampingimu saat kita di pelaminan mengikat janji untuk menikah
Aku akan mendampingimu ketika sembilan bulan kita dipenuhi resah
Aku juga akan mendampingimu ketika kita menjadi bunda dan ayah
Aku akan mendampingimu hingga raga kita rentah dan lelah
Aku juga mendampingimu hingga nafasku berakhir sudah
Karena sampai aku kembali menjadi tanah
Menyayangimu itu tak pernah salah



Sunday, August 17, 2014

Dream of life

Posted by Ulfi_Adelia at 7:58 AM 0 comments

Di tengah malam yang makin hening ini
Sejenak menetrasikan fikiran yang kian jenuh
Ku lirik web yang berlogo B
Tempatku menuangkan segala yang pernah singgah dikepalaku
Dan malam yang semakin lirih ini
Sejenak imajinasiku membentuk
Sebuah tempat yang benar-benar menjadi tempat hidupku kelak
Seperti apa, bagaimana, dan kapan, tergores jelas dibenakku
Inilah iras-iras tempat yang kuimpikan hadir kelak..

Sebuah tempat yang tentram
Jauh dari rutinitas yang terjadi seperti di dunia kota
Dengan orang-orang yang senang berbagi senyuman yang tulus
Tak terlalu padat, dan tak terlalu hening juga
Dimana disana terdapat sungai yang mengalir jernih
Pepohonan yang rindang nan sejuk
Terbentang bukit-bukit indah
Dimana aku bisa bercocok tanam
Berbagai sayuran, dan buah-buahan
Dimana aku bisa memelihara ternak-ternak
Yang semuanya bisa aku manfaatkan dan kubagi
Yah, kulakukan pada saat matahari terbangun
Hingga matahari mulai mengantuk
Bertempat tinggalkan rumah yang sederhana
Dengan desain klasik seperti rumah tempo dulu
Yang beberapa bagiannya terdiri dari kayu-kayu nan kuat
Dipenuhi tanaman-naman hias
Dan ketika sang rembulan hendak menyapa
Di sebuah surau, aku melakukan aktivitas kerohanian bersama masyarakat
Dan bercengkrama dengan heningnya malam, melakukan aktivitas paling kusukai
Membaca, menulis, dan hal yang membuat hatiku berdegup riang..

Kan kuhabiskan waktuku dengan penuh damai disana dengan senyuman terindah
Kapan yea?





Extended Network Banners
 

Mademoiselle Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea