Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan
orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan
rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al
Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan
orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya
harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak
membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya
pahit." Muttafaqun `Alaihi.
Merupakan suatu kewajiban bagi
seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan
menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca
Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan
untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam
membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an
sebagai berikut :
1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin
`Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang
mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.
2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari
`Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang
membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan
bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang
membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum
fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun
`Alaihi.
3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah
Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah
Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai
syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan
mengamalkannya)." H.R. Muslim.
4. Kenikmatan tiada tara
Dari
Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa
yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang
diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia
mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan
seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan
sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.
5. Ladang pahala.
Dari
Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca
satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan
satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya
tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu
huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi
dan berkata : "Hadits hasan shahih".
6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari
Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang
membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah
akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak.
(Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia.
Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan
yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.
KEMBALI KEPADA AL QUR`AN
Bukti
empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin
pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan
petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life).
Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)
Dan
mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin
secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al
Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al
Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam
firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu
mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah
hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS.
41:26)
Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan :
"Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat
mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam
dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman
Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan
suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin.
Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan
sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan
tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan
suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan
mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah
dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)
Tegasnya,
menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk
satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya
kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita
sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah
pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat
pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan
mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk
oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya.
Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita
sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang
benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan
yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)
Ringkas
dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan
petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar.
Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum
dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula."
H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan
sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan
datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong
bagimu. (QS. 2:120)
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari
Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit
hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat
sendiri secara kasat mata.
Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia
I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya
untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi
umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)
Labels
- Bacaanku (1)
- Bahasa Inggris (1)
- Belajar Islam (5)
- Catatanku (31)
- Cerpenku (2)
- Education (1)
- Family (1)
- Ilmu (1)
- Just Me (10)
- Masak (1)
- Me anD Friends (5)
- Movie Quotes (1)
- My favorite Place (1)
- Our Story (2)
- Story (1)
- Tauhid (2)
- Tugas (6)
Followers
Find me on Fb
Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Wednesday, March 20, 2013
Monday, March 18, 2013
Mohonlah kepada-Nya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya
masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada
siapa pun di samping doamu kepada Allah.” (QS. al-Jin: 18)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. al-Mukminun: 117)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.’.” (HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675])
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta’ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Muslim [758])
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah -’azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.” (HR. Muslim [2759])
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.” (HR. Muslim [757])
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”. Dia menjawab, “Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].’.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.’?.” Anas berkata: Lalu Nabi mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (HR. Muslim [2688])
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. al-Mukminun: 117)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.’.” (HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675])
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta’ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Muslim [758])
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah -’azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.” (HR. Muslim [2759])
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.” (HR. Muslim [757])
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”. Dia menjawab, “Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].’.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.’?.” Anas berkata: Lalu Nabi mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (HR. Muslim [2688])
Categories
Tauhid
Subscribe to:
Posts (Atom)
Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Wednesday, March 20, 2013
Keutamaan Membaca Al Quran
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan
orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan
rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al
Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan
orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya
harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak
membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya
pahit." Muttafaqun `Alaihi.
Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :
1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.
2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.
3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R. Muslim.
4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.
5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".
6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.
KEMBALI KEPADA AL QUR`AN
Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life). Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)
Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)
Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)
Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)
Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula." H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara kasat mata.
Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)
Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :
1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.
2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.
3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R. Muslim.
4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.
5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".
6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.
KEMBALI KEPADA AL QUR`AN
Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life). Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)
Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)
Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)
Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)
Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula." H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara kasat mata.
Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)
Monday, March 18, 2013
Mohonlah kepada-Nya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya
masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada
siapa pun di samping doamu kepada Allah.” (QS. al-Jin: 18)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. al-Mukminun: 117)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.’.” (HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675])
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta’ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Muslim [758])
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah -’azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.” (HR. Muslim [2759])
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.” (HR. Muslim [757])
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”. Dia menjawab, “Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].’.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.’?.” Anas berkata: Lalu Nabi mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (HR. Muslim [2688])
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping doanya kepada Allah, yang jelas tidak ada bukti yang melandasinya, maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. al-Mukminun: 117)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Rabb kamu berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, mereka itu pasti akan masuk Jahannam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku, dan Aku akan senantiasa bersama-Nya jika dia berdoa kepada-Ku.’.” (HR. Bukhari [7405] dan Muslim [2675])
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Rabb kita -tabaraka wa ta’ala- pada setiap malam turun ke langit terendah yaitu ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Allah mengatakan: Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, siapakah yang mau meminta sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan siapakah yang mau memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Muslim [758])
Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah -’azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah bentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya.” (HR. Muslim [2759])
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada setiap malam ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim menepati waktu itu dalam keadaan memohon kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kecuali Allah pasti akan memberikan apa yang dia minta kepadanya, dan hal itu terjadi setiap malam.” (HR. Muslim [757])
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk salah seorang di antara kaum muslimin yang menderita sakit hingga badannya menjadi sangat lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah kamu pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah sebelum ini?”. Dia menjawab, “Iya. Dahulu aku pernah berdoa; Ya Allah, hukuman apa yang Kau tetapkan untukku di akhirat mohon Kau segerakan saja untukku di dunia ini [daripada nanti di akhirat, pent].’.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Subhanallah! Kamu tidak akan sanggup menanggungnya -atau kamu tidak akan mampu menerimanya-, mengapa kamu tidak berdoa; ‘Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah aku dari siksa neraka.’?.” Anas berkata: Lalu Nabi mendoakan orang itu kemudian dia pun sembuh (HR. Muslim [2688])
Subscribe to:
Posts (Atom)






















