Tidak semua yang aku tulis adalah aku, dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu. Not Allowed to Copy Paste ^)^
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

Ilmuan - Ilmuan Islam Beserta Karyanya

Posted by Ulfi_Adelia at 7:07 AM 0 comments

 

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah Ilustrasi pergerakan fase bulan dari buku karya Abu Rayhan al-Biruni
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
Lalu setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.
Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi,
“Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”
Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-

Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.
——————————————————————————————————————————————————————-
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammas (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-
Gambar Al-Kindi pada sebuah perangko terbitan negara Syria
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah Observatorium yang dibangun oleh para ilmuwan muslim
——————————————————————————————————————————————————————-
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika
——————————————————————————————————————————————————————-
Abu Rayhan Al-Biruni, seorang astronom muslim sedang mengamati bintang di langit.
——————————————————————————————————————————————————————-
973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
——————————————————————————————————————————————————————-
Ibnu Sina (980-1037) Seorang ilmuwan muslim. Di barat dikenal sebagai Avicenna. Beliau juga dikenal sebagai seorang Filosof, Matematikawan, Astronom, Ahli Kimia, Penyair, Psikolog, Hafiz (Penghapal Al-Quran), Negarawan dan seorang Ulama.
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 - Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 - Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 - Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Kedokteran, Ilmu
——————————————————————————————————————————————————————-
Peta Dunia digambar oleh Al-Idrisi pada tahun 1154
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1099 - Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 - Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) - Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 - Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 - Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
——————————————————————————————————————————————————————-
Sketsa otomatisasi menggunakan air karya Al-Razaz Al-Jazari
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1136 - 1206 - Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 - Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) - Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 - Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 - Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 - Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 - Al-Samawal * Matematika
1184 - Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 - Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah sketsa anatomi tubuh manusia yang digambar oleh ilmuwan muslim.
——————————————————————————————————————————————————————-
1203 - Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) - Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 - Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 - Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 - Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 - Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 - Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 - Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) - Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) - Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 - Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 - Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah sketsa astronom muslim Ibn al-Shatir (1304-1375) tentang pergerakan planet Merkurius.
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1375 (Meninggal) - Ibn al-Shatir * Astronomi
1393-1449 - Ulugh Beg * Astronomi
1424 - Ghiyath al-Din al Kashani * Analisis Numerikal, Perhitungan
Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.
Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.
Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?
Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia?
Mengapa tingkat pendidikan pada kaum Muslim rendah sementara ayat pertama pada Al-Quran adalah ‘Iqra (berarti: Bacalah)? Apakah mereka lupa akan hadis Nabi mereka: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”?
Bagaimana dengan hadis Nabi yang berbunyi:

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.”
[HR Abu Dawud dan Tirmidzi]
Begitu giatnya kaum Muslim pada saat ini mencari kekayaan hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Sikap seperti itu begitu beresiko dan memalukan.

Keutamaan Ilmu dibandingkan harta
Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:
[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.
[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.
[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.
[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.
[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.
Betapa arifnya! Tapi saat ini masyarakat kita tidak bergairah untuk mencari ilmu. Mengapa? Apakah mereka mengetahui apa yang dikatakan Imam Ibn Hazm (RA) - seorang ulama besar dari Andalusia Spanyol, ahli fiqh dan penyair - yang mengatakan:
"Jika ilmu pengetahuan membuat orang bodoh hormat dan segan kepadamu, dan kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, alasan itu sudah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu….Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu)…Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu."
Saya hanya berharap perkataannya akan membangunkan masyarakat kita untuk mencari dan menguasai ilmu pengetahuan.

Solusi untuk keadaan sulit yang kita hadapi saat ini:
Ketika banyak solusi yang bisa saya tunjukkan untuk membawa kita dari kesulitan ini, saya memutuskan untuk membahas tiga hal utama di bawah, yang dua diantaranya berhubungan dengan tanggungjawab sosial dan masyarakat.
1. Mencari Ilmu Pengetahuan:
Alasan utama dibalik kegemilangan kaum Muslim awal terletak pada pencarian mereka akan ilmu pengetahuan walaupun ilmu itu harus diperoleh ditempat yang sulit dan tersembunyi. Sebagai anak-anak Islam sejati, mereka mengerti akan hadis Nabi:
Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali (ke rumahnya)” (HR.Tirmidzi)
Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)
Kaum Muslim seharusnya merenungkan apa yang dikatakan Mu’adh ibn Jabal (RA): “Meraih ilmu pengetahuan demi ridho Allah, karena pengetahuan melahirkan kesalehan, mengagungkan Ilahi dan takut akan dosa. Mencari ilmu demi ridho Allah adalah ibadah, belajar adalah sikap mengingat kebesaran Allah (Zikir), mencarinya adalah perjuangan yang ganjarannya adalah pahala (Jihad), mengajarkannya kepada seseorang yang menganggapnya berharga adalah sedekah, dan mengamalkannya pada rumah seseorang memperkuat tali silahturahmi diantara keluarga. Ilmu adalah sahabat penyejuk ketika dalam kesendirian. Ilmu adalah sahabat terbaik bagi para pengelana. Ilmu adalah sahabat terdekatmu yang menyampaikan rahasianya kepadamu. Ilmu adalah pedangmu yang paling ampuh untuk lawanmu, dan terakhir, ilmu adalah pakaian yang akan menaikkan derajatmu dalam jamaah persaudaraanmu.” [Hilyat'ul Awliya Wa Tabaqat'ul Asfiya]
Dengan hal yang sama, Sharafuddin Maneri (RA) berkata,
“Ilmu pengetahuan adalah puncak segala kebahagiaan, sebagaimana kebodohan adalah titik awal dari segala keburukan. Keselamatan datang dari ilmu, kehancuran datang dari kebodohan.” [Maktubat-i Sadi]

2. Kualitas kepemimpinan dan dukungan pemerintah.
Pada zaman awal keislaman, penguasa kaum Muslim tidak hanya menjadi pendukung edukasi, mereka sendiri merupakan para sarjana yang hebat. Mereka juga dikelilingi oleh kaum terpelajar seperti para ahli filosofi, ahli fiqh, ahli hadis, ulama, analis, penyair, matematikawan, ilmuwan, insinyur, arsitek dan dokter. Para kaum terpelajar memiliki nilai yang tinggi di pemerintahan. Mereka membangun perpustakan, universitas, pusat penelitian, dan observatorium. Mereka mengundang kaum terpelajar dari seluruh bangsa dan agama untuk datang ke wilayah mereka. Sehingga kota yang mereka bangun menjadi metropolitan ilmu pengetahuan di segala bidang. Sebagaimana universitas saat ini seperti MIT, Standford, Yale dan Princeton, universitas-universitas kaum Muslim dahulu adalah universitas terunggul.
Dan apa yang kita miliki saat ini? Kebanyakan pemimpin di negeri kaum Muslim adalah setengah terpelajar, yang dikelilingi (dengan tingkat pengecualian yang rendah) oleh kroni-kroni mereka yang kualifikasi terpenting bagi mereka bukanlah kompetensi atau pendidikan tetapi hubungan dengan penguasa atau keluarganya.
Penguasa-penguasa kita (dengan tingkat pengecualian yang rendah) korup dan mementingkan diri sendiri. Tidak heran, mereka dikelilingi oleh orang-orang korup yang diberikan posisi untuk menggemukkan simpanan kerabat-kerabat mereka. Lebih lanjut, ketika jumlah istana dan rumah-rumah megah terus meningkat, tidak satupun universitas yang dibangun oleh penguasa-penguasa ini. Hanya beberapa persen dari budget negara yang dibelanjakan untuk pendidikan dan penelitian. Jadi, adalah wajar ketika menyaksikan begitu suramnya catatan penemuan ilmiah dari negara-negara Muslim. Tidak ada satupun universitas dari negeri kaum Muslim yang berada pada peringkat 100 universitas terbaik di dunia. Mereka yang memiliki pemikiran cemerlang pelan-pelan terkuras jumlahnya dari negeri mereka karena memilih untuk menetap (dengan tingkat pengecualian yang rendah) di negara-negara barat yang lebih menjanjikan, dimana mereka bisa mengaplikasikan kepintaran dan keahlian mereka.
Komunitas masyarakat kita begitu terikat dalam sebuah sistem hubungan kerabat dimana proyek-proyek pemerintahan hampir semuanya disokong oleh pertimbangan hubungan bisnis dan personal daripada apa yang baik bagi masyarakat kita. Sehingga muncullah kaum-kaum jutawan setengah terpelajar yang sama sekali tidak menghargai pendidikan atau pelayanan.
Mengapa sikap seperti ini, ketika Islam mengajarkan bahwa setiap orang yang mencari kebajikan selayaknya bersama mereka yang bajik dan bersahabat dengan mereka yang berbudi pekerti luhur - mereka yang terpelajar, simpatik, dermawan, jujur, ramah, sabar, terpercaya, murah hati, tahu diri dan sahabat sejati?
Jadi jika negara-negara Muslim ingin mengambil kembali khazanah pengetahuan mereka yang hilang, mereka harus meneliti kembali jejak mereka terdahulu yang membuat mereka sukses dan menyingkirkan cara-cara yang dipakai pada saat ini yang mengantarkan kepada kegelapan dan kehancuran.
Izinkan kembali saya memaparkan perkataan Carli Fiorina, yang mengatakan, “Pemimpin-pemimpin seperti Sulaiman berkontribusi terhadap gagasan-gagasan toleransi dan kepemimpinan sipil kita. Dan mungkin kita bisa belajar dari contoh yang ia terapkan: Sebuah kepemimpinan berdasarkan keahlian dan kemampuan, bukan berdasarkan keturunan. Sebuah kepemimpinan yang memanfaatkan kemampuan penuh dari keberagaman populasi masyarakatnya yang termasuk di dalamnya kaum Kristiani, kaum Muslim, dan kaum Yahudi. Kepemimpinan gemilang seperti inilah yang menumbuhkan kebudayaan, stabilitas, keberagaman dan teguhnya harapan yang membawa mereka menuju 800 tahun era penemuan dan kemakmuran.”
Apakah pemimpin-pemimpin kita akan memperhatikan dan mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan mereka?

3. Melangkah melampaui apa yang diharapkan:
Sebagaimana saya kemukakan diatas, kaum Muslim sangat jauh tertinggal pada setiap bidang pengetahuan. Adalah tidak mungkin menutupi jurang yang semakin lebar ini hanya dengan mengikuti arus atau hanya melakukan apa-apa seadanya. Strategi kita seharusnya adalah berusaha melangkah melampaui kemampuan rata-rata kita, melakukan hal-hal yang lebih besar. Untuk menjelaskan poin ini, izinkan saya menutupnya dengan sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW.
Diriwayatkan dari Thalhah bin ‘Ubaidillah r.a.:
Seorang lelaki dengan rambut tergerai dari Najd menemui Rasulullah Saw. dan kami mendengar suaranya yang keras meskipun tidak bisa menangkap apa maksudnya, kemudian lelaki itu mendekat (hingga akhirnya kami tahu bahwa ia datang untuk) bertanya tentang Islam. Rasulullah Saw. bersabda, “Kau harus mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam.” Laki-laki itu bertanya, “Adakah shalat lain yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan shalat nawafil.” Lebih jauh Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus mengerjakan puasa selama bulan Ramadhan.” Orang itu bertanya, “Adakah puasa lainnya yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan puasa sunnah.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus membayar zakat.” Orang itu bertanya, “Apakah masih ada yang lainnya yang harus kubayar selain zakat?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Kecuali jika kau ingin mendermakan sebagian milikmu.” Kemudian laki-laki itu pamit seraya berkata, “Demi Allah! Aku tidak akan mengerjakan yang lain selain ini. Rasulullah Saw. bersabda, “Jika yang dia katakan benar, dia akan masuk surga.”

Wednesday, March 20, 2013

Keutamaan Membaca Al Quran

Posted by Ulfi_Adelia at 6:30 AM 0 comments
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." Muttafaqun `Alaihi.

Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :

1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.

2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.

3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R. Muslim.

4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.

5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".

6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.

KEMBALI KEPADA AL QUR`AN

Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life). Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)

Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)

Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)

Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)


Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula." H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara kasat mata.

Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)

Tuesday, March 19, 2013

Totalitas mencintanya Rasulullah SAW

Posted by Ulfi_Adelia at 6:26 AM 0 comments
Assalamu Alaikum Wr. Wb..

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya. tidak lupa shalawat kita haturkan kepada Rasululluah SAW..
Saya hanya ingin memposting beberapa isi dari buku "Secret of Muslim" karya Bang Herry Nurdi yang cukup membuat saya tertarik untuk mempostingnya. Bagi yang sudah baca mungkin sudah tau bab Totalitas mencinta. Jadi mari kita baca sepenggalan kisah Rasulullah SAW, semoga kita diberi pemahaman mengenai totalitas mencinta itu sendiri. ^^

"manusia tidak jatuh 'kedalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'. tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta," begitu kata Leo F. Buscaglia dalam sebuah ceramah. cinta mengajarkan kita bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. bandung bondowoso tak tanggung2 membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk rorojonggrang seorang. sangkuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi dayang sumbi terkasih yang ternyata ibunya sendiri. tajmahal yang indah di india, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta. cinta adalah kaki2 yang melangkah membangun samudera kebaikan. cinta adalah tangan2 yang merajut hamparan permadani kasih sayang. cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. dan islam tidak saja mengagungkan cinta tetapi memberikan contoh kongkret dalam kehidupan. lewat kehidupan manusia mulia, rasulullah tercinta. ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan rasulnya. pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung2 gurun enggan mengepakkan sayap. pagi itu rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihnya. maka taati dan berdakwalah kepadanya. kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan al-qur'an. barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang2 yang mencintaiku akan bersama sama masuk surga bersama aku" khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata rasulullah yang teguh menatap sahabatnya satu persatu. abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya, utsman menghela napas panjang, dan ali menundukkan kepalanya dalam2. isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah semua sahabat kala itu. matahari kian tinggi, tapi pintu rasulullah masih tertutup. sedang didalamnya, rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. tiba2 dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam "bolehkah saya masuk ?" tanyanya. tapi fatimah tidak mengizinkannya masuk, "maafkanlah, ayahku sedang demam," kata fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada fatimah, "siapakah itu wahai anakku ?" "tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya." tutur fatimah lembut. lalu, rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. satu2 bagian wajahnya seolah hendak dikenang. "ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikat maut." kata rasulullah, fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. malaikat maut datang menghampiri, tapi rasulullah menanyakan mengapa jibril tak ikut menyertai. kemudian dipanggillah jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih allah dan penghulu dunia ini. "jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan allah ?" tanya rasulullah dengan suara yang amat lemah. "pintu2 langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. tapi itu ternyata tak membuat rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. " engkau tidak senang mendengar kabar ini ?" tanya jibril. "kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "jangan khawatir wahai rasul allah, aku pernah mendengar allah berfirman kepadaku : "kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya," kata jibril . detik2 makin dekat, saatnya izrail melakukan tugas. perlahan ruh rasulullah ditarik. tampak seluruh tubuh rasulullah bersimbah peluh, urat2 lehernya menegang. "jibril, betapa sakit sakaratul maut ini," lirih rasulullah mengaduh. fatimah terpejam, ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, dan jibril membuang muka. "jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu jibril ?" "siapakah yang tega melihat kekasih allah direnggut ajal ?" tanya jibril. sebentar kemudian terdengar rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "ya allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku," badan rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ali segera mendekatkan telinganya. "uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang2 lemah diantaramu." diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan ali kembali mendekatkan telinga ke bibir rasulullah yang mulai kebiruan. "ummatii, ummatii, ummatii....." dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. kini, mampukah kita mencinta sepertinya ?? living islam, dengan perubahan .

Sunday, January 20, 2013

Al Quran berbicara bentuk bumi

Posted by Ulfi_Adelia at 6:59 PM 0 comments
Di era ketika teknologi belum berkembang mulai muncul pertanyaan seperti apakah bentuk bumi. Dahulu kala banyak yang menganggap bahwa bumi itu datar maka ketika seseorang melakukan perjalanan sampai pada ujungnya konon maka ia akan terjungkal ke angkasa.
Flat Earth Society
Anggapan yang demikian pun di era modern ini masih ada. Flat Earth Society (juga dikenal sebagai International Flat Earth Society atau International Flat Earth Research Society) adalah sebuah organisasi yang memiliki keyakinan bahwa bumi berbentuk datar, bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa bumi itu bulat. Organisasi modernnya didirikan oleh seorang pria asal Inggris, Samuel Shenton pada 1956, dan kemudian dipimpin oleh Charles K. Johnson, yang menjadikan rumahnya di Lancaster, California, sebagai basis organisasi. Organisasi ini tidak lagi aktif semenjak kematian Johnson pada 2001, namun baru-baru ini organisasi Flat Earth Society dimunculkan kembali oleh presiden barunya, Daniel Shenton.
Pendukung Flat Earth Society pada masa kini tidak memiliki satu teori yang disetuju bersama. Tiap anggota memiliki gagasan yang berbeda mengenai bagaimana Bumi diciptakan. Beberapa mendukung gagasan bahwa bumi datar sepenuhnya, sementara yang lain mendukung bentuk cakram.
Daniel Shenton telah membangkitkan kembali organisasi Flat Earth society. Dalam suatu artikel di The Guardian, Shenton mengatakan bahwa dia memiliki 60 anggota. Laporan tersebut juga menyatakan Shenton memiliki situs web yang di dalamnya terdapat buletin organisasi dari tahun 1970-an dan 80-an.
Ilmuwan Barat Atau Islam?
epicycleWacana bentuk bumi bundar baru berkembang di Barat pada abad ke-16 M. Adalah Nicoulas Copernicus yang mencetuskannya. Di tengah kekuasaan Gereja yang dominan, Copernicus yang lahir di Polandia melawan arus dengan menyatakan bahwa seluruh alam semesta merupakan bola. Sejarah Barat kemudian mengklaim bahwa Copernicus-lah ilmuwan pertama yang menggulirkan teori bumi bulat. Kemudian juga dibuktikan oleh Ferdinand magelhaens ketika mengelilingi dunia pertama kali pada tahun 1522
Klaim Barat selama berabad-abad itu akhirnya telah terpatahkan. Sejarah kemudian mencatat bahwa para sarjana Islam-lah yang mencetuskan teori bentuk bumi itu. Para sejarawan bahkan memiliki bukti bahwa Copernicus banyak terpengaruh oleh hasil pemikiran ilmuwan Islam. Para sejarawan  sains sejak tahun 1950-an mengkaji hubungan Copernicus dengan pemikiran ilmuwan Muslim dari abad ke-11 hingga 15 M.
Hasil penelitian yang dilakukan  Edward S Kennedy dari  American University of Beirut  menemukan adanya kesamaan antara matematika yang digunakan Copernicus untuk mengembangkan teorinya dengan matematika yang digunakan para astronom Islam –dua atau tiga abad sebelumnya. Copernicus ternyata banyak terpengaruh oleh astronom Muslim seperti  Ibn al-Shatir (wafat 1375), Mu'ayyad al-Din al-'Urdi (wafat 1266) dan Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274).
Secara resmi, para sarjana Muslim telah mengeluarkan kesepakatan bersama dalam bentuk ijma tentang bentuk bumi bundar. Teori bentuk bumi bulat diyakini oleh Ibnu Hazm (wafat 1069), Ibnu Al-Jawi (wafat 1200) dan Ibnu Taimiyah (wafat 1328). Penegasan ketika tokoh Islam itu untuk memperkuat hasil penelitian dan penemuan yang dicapai astronom dan matematikus Muslim.

Sains Modern
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini orang bisa melihat bentuk asli bumi dari luar angkasa. Sehingga terbuktilah secara ilmiah bahwa bentuk bumi itu bulat. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa membuktikan bahwa bumi bula, misalnya ketika ada kapal yang hendak berlabuh yang kelihatan duluan cerobong baru badannya, ketika terjadi gerhana pasti bayangan bumi berbentuk lengkungan dan kalau ada pesawat yang terbang dari satu titik untuk mengelilingi bumi maka ia akan kembali pada titik semula itu.

Ketika Al-Quran Berbicara
Informasi mengenai bumi bulat, dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur'an mengenai pergantian siang dan malam :
“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam?” (QS. Lukman (31) : 29).
Menurut ahli tafsir, kata memasukkan pada ayat di atas diartikan sebagai malam lambat laun berubah menjadi siang demikian pula sebaliknya. Peristiwa ini hanya dapat terjadi jika bumi bukan datar tetapi bulat. Jika bumi datar, maka akan terjadi perubahan secara tiba-tiba dari malam menjadi siang. Begitu pula dari siang menjadi malam.
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar: Dia menutupkan malam atas siang dan siang atas malam.” (QS. Az-Zumar (39) : 5).
Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat. Sa_
Dari berbagai sumber

*PENTINGNYA ILMU ......!!!*.

Posted by Ulfi_Adelia at 3:32 AM 0 comments

“Allah akan MENINGGIKAN orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah:11)

Al-Imam Asy-...Syafi’i:
“BELAJARLAH karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan BERILMU, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang BESAR tetapi tidak memiliki ILMU maka sebenarnya kaum itu adalah KECIL apabila terluput darinya KEAGUNGAN (ILMU).
Dan sesungguhnya kaum yang KECIL jika memiliki ILMU maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang BESAR apabila perkumpulan mereka selalu dengan ILMU.”

Kebutuhan manusia terhadap ILMU itu lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada MAKANAN dan MINUMAN, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ILMU dibutuhkan sebanyak SEJUMLAH PERNAFASAN kita sepanjang hari. ( Imam Ahmad bin Hambal)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “ILMU itu lebih baik daripada HARTA, ILMU akan MENJAGAMU sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu HAKIM (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang DIHAKIMI. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para PEMILIK ILMU, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka TETAP ADA pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Dari Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullaah, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ILMU lalu aku MENGAJARKANNYA kepada seorang muslim di jalan Allah LEBIH AKU CINTAIi daripada aku mempunyai DUNIA SELURUHNYA.” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21)

Muadz bin Jabal pernah mengatakan:
“Pelajarilah ilmu,
karena mempelajari ilmu karena Allah adalah KEBAIKAN
dan menuntut ilmu adalah IBADAH,
pengkajiannya adalah TASBIH,
penyidikannya terhadap ilmu adalah JIHAD,
pengajarannya adalah SEDEKAH,
dan pemberian kepada ahlinya adalah PENDEKATAN DIRI kepada Allah.

Ilmu adalah PENGHIBUR dikala kesepian,
TEMAN diwaktu sendirian,
dan PETUNJUK dikala senang dan susah.
Ia adalah PEMBANTU dan TEMAN yang baik,
dan PENERANG jalan ke SYURGA.”

Siapa Muadz Bin Jabal ini? Ia seorang pemuda, yang masuk Islam ketika berumur 18 tahun kemudian Nabi Saw mengakatnya menjadi seorang penguasa sekaligus pengajar ke Negara Yaman ketika ia berusia 24 tahun. Ia dikenal sebagai ulama yang masyhur.

Dari ‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ILMU , kemudian dia menjadi TAKUT, kembali kepada Rabbnya dan BERTAUBAT, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim, 1/77)

Dan beliau juga berkata: “Wahai manusia, WAJIB atas kalian untuk BERILMU (mempelajari dan mengamalkannya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai SELENDANG yang Dia cintai. Maka barangsiapa yang MEMPELAJARI satu bab dari ILMU, Allah akan selendangkan dia dengan SELENDANG-Nya. Apabila dia terjatuh pada suatu DOSA hendaklah meminta AMPUN kepada-Nya, supaya Dia tidak melepaskan selendang-Nya tersebut SAMPAI dia MENINGGAL.” (Ibid. 1/121)

”Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka baginya satu jalan dari JALAN-JALAN SYURGA.” (Hadits hasan)

Ibnu Hazm seorang pakar fikih dan usul fikih menyimpulkan:
Ilmu pengetahuan Islam itu memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Antara lain :

1. Menghilangkan KERESAHAN
2. Menghindarkan bujukan SYETAN
3. Mengikis SUNTUK, RESAH, GUNDAH GULANA
4. Menghilangkan KESEDIHAN

“Barangsiapa yang Allah akan berikan KEBAIKAN kepada seseorang, maka Allah memberi KEFAHAMAN dalam ILMU AGAMA.”(HR. Bukhari Muslim)
>
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

Ilmuan - Ilmuan Islam Beserta Karyanya

Posted by Ulfi_Adelia at 7:07 AM 0 comments

 

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah Ilustrasi pergerakan fase bulan dari buku karya Abu Rayhan al-Biruni
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
Lalu setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.
Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi,
“Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”
Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-

Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.
——————————————————————————————————————————————————————-
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammas (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-
Gambar Al-Kindi pada sebuah perangko terbitan negara Syria
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah Observatorium yang dibangun oleh para ilmuwan muslim
——————————————————————————————————————————————————————-
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika
——————————————————————————————————————————————————————-
Abu Rayhan Al-Biruni, seorang astronom muslim sedang mengamati bintang di langit.
——————————————————————————————————————————————————————-
973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
——————————————————————————————————————————————————————-
Ibnu Sina (980-1037) Seorang ilmuwan muslim. Di barat dikenal sebagai Avicenna. Beliau juga dikenal sebagai seorang Filosof, Matematikawan, Astronom, Ahli Kimia, Penyair, Psikolog, Hafiz (Penghapal Al-Quran), Negarawan dan seorang Ulama.
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 - Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 - Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 - Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Kedokteran, Ilmu
——————————————————————————————————————————————————————-
Peta Dunia digambar oleh Al-Idrisi pada tahun 1154
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1099 - Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 - Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) - Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 - Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 - Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
——————————————————————————————————————————————————————-
Sketsa otomatisasi menggunakan air karya Al-Razaz Al-Jazari
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1136 - 1206 - Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 - Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) - Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 - Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 - Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 - Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 - Al-Samawal * Matematika
1184 - Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 - Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah sketsa anatomi tubuh manusia yang digambar oleh ilmuwan muslim.
——————————————————————————————————————————————————————-
1203 - Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) - Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 - Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 - Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 - Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 - Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 - Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 - Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) - Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) - Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 - Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 - Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-
Sebuah sketsa astronom muslim Ibn al-Shatir (1304-1375) tentang pergerakan planet Merkurius.
[Sumber: Wikipedia]
——————————————————————————————————————————————————————-
1375 (Meninggal) - Ibn al-Shatir * Astronomi
1393-1449 - Ulugh Beg * Astronomi
1424 - Ghiyath al-Din al Kashani * Analisis Numerikal, Perhitungan
Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.
Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.
Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?
Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia?
Mengapa tingkat pendidikan pada kaum Muslim rendah sementara ayat pertama pada Al-Quran adalah ‘Iqra (berarti: Bacalah)? Apakah mereka lupa akan hadis Nabi mereka: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”?
Bagaimana dengan hadis Nabi yang berbunyi:

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.”
[HR Abu Dawud dan Tirmidzi]
Begitu giatnya kaum Muslim pada saat ini mencari kekayaan hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Sikap seperti itu begitu beresiko dan memalukan.

Keutamaan Ilmu dibandingkan harta
Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:
[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.
[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.
[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.
[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.
[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.
Betapa arifnya! Tapi saat ini masyarakat kita tidak bergairah untuk mencari ilmu. Mengapa? Apakah mereka mengetahui apa yang dikatakan Imam Ibn Hazm (RA) - seorang ulama besar dari Andalusia Spanyol, ahli fiqh dan penyair - yang mengatakan:
"Jika ilmu pengetahuan membuat orang bodoh hormat dan segan kepadamu, dan kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, alasan itu sudah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu….Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu)…Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu."
Saya hanya berharap perkataannya akan membangunkan masyarakat kita untuk mencari dan menguasai ilmu pengetahuan.

Solusi untuk keadaan sulit yang kita hadapi saat ini:
Ketika banyak solusi yang bisa saya tunjukkan untuk membawa kita dari kesulitan ini, saya memutuskan untuk membahas tiga hal utama di bawah, yang dua diantaranya berhubungan dengan tanggungjawab sosial dan masyarakat.
1. Mencari Ilmu Pengetahuan:
Alasan utama dibalik kegemilangan kaum Muslim awal terletak pada pencarian mereka akan ilmu pengetahuan walaupun ilmu itu harus diperoleh ditempat yang sulit dan tersembunyi. Sebagai anak-anak Islam sejati, mereka mengerti akan hadis Nabi:
Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali (ke rumahnya)” (HR.Tirmidzi)
Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)
Kaum Muslim seharusnya merenungkan apa yang dikatakan Mu’adh ibn Jabal (RA): “Meraih ilmu pengetahuan demi ridho Allah, karena pengetahuan melahirkan kesalehan, mengagungkan Ilahi dan takut akan dosa. Mencari ilmu demi ridho Allah adalah ibadah, belajar adalah sikap mengingat kebesaran Allah (Zikir), mencarinya adalah perjuangan yang ganjarannya adalah pahala (Jihad), mengajarkannya kepada seseorang yang menganggapnya berharga adalah sedekah, dan mengamalkannya pada rumah seseorang memperkuat tali silahturahmi diantara keluarga. Ilmu adalah sahabat penyejuk ketika dalam kesendirian. Ilmu adalah sahabat terbaik bagi para pengelana. Ilmu adalah sahabat terdekatmu yang menyampaikan rahasianya kepadamu. Ilmu adalah pedangmu yang paling ampuh untuk lawanmu, dan terakhir, ilmu adalah pakaian yang akan menaikkan derajatmu dalam jamaah persaudaraanmu.” [Hilyat'ul Awliya Wa Tabaqat'ul Asfiya]
Dengan hal yang sama, Sharafuddin Maneri (RA) berkata,
“Ilmu pengetahuan adalah puncak segala kebahagiaan, sebagaimana kebodohan adalah titik awal dari segala keburukan. Keselamatan datang dari ilmu, kehancuran datang dari kebodohan.” [Maktubat-i Sadi]

2. Kualitas kepemimpinan dan dukungan pemerintah.
Pada zaman awal keislaman, penguasa kaum Muslim tidak hanya menjadi pendukung edukasi, mereka sendiri merupakan para sarjana yang hebat. Mereka juga dikelilingi oleh kaum terpelajar seperti para ahli filosofi, ahli fiqh, ahli hadis, ulama, analis, penyair, matematikawan, ilmuwan, insinyur, arsitek dan dokter. Para kaum terpelajar memiliki nilai yang tinggi di pemerintahan. Mereka membangun perpustakan, universitas, pusat penelitian, dan observatorium. Mereka mengundang kaum terpelajar dari seluruh bangsa dan agama untuk datang ke wilayah mereka. Sehingga kota yang mereka bangun menjadi metropolitan ilmu pengetahuan di segala bidang. Sebagaimana universitas saat ini seperti MIT, Standford, Yale dan Princeton, universitas-universitas kaum Muslim dahulu adalah universitas terunggul.
Dan apa yang kita miliki saat ini? Kebanyakan pemimpin di negeri kaum Muslim adalah setengah terpelajar, yang dikelilingi (dengan tingkat pengecualian yang rendah) oleh kroni-kroni mereka yang kualifikasi terpenting bagi mereka bukanlah kompetensi atau pendidikan tetapi hubungan dengan penguasa atau keluarganya.
Penguasa-penguasa kita (dengan tingkat pengecualian yang rendah) korup dan mementingkan diri sendiri. Tidak heran, mereka dikelilingi oleh orang-orang korup yang diberikan posisi untuk menggemukkan simpanan kerabat-kerabat mereka. Lebih lanjut, ketika jumlah istana dan rumah-rumah megah terus meningkat, tidak satupun universitas yang dibangun oleh penguasa-penguasa ini. Hanya beberapa persen dari budget negara yang dibelanjakan untuk pendidikan dan penelitian. Jadi, adalah wajar ketika menyaksikan begitu suramnya catatan penemuan ilmiah dari negara-negara Muslim. Tidak ada satupun universitas dari negeri kaum Muslim yang berada pada peringkat 100 universitas terbaik di dunia. Mereka yang memiliki pemikiran cemerlang pelan-pelan terkuras jumlahnya dari negeri mereka karena memilih untuk menetap (dengan tingkat pengecualian yang rendah) di negara-negara barat yang lebih menjanjikan, dimana mereka bisa mengaplikasikan kepintaran dan keahlian mereka.
Komunitas masyarakat kita begitu terikat dalam sebuah sistem hubungan kerabat dimana proyek-proyek pemerintahan hampir semuanya disokong oleh pertimbangan hubungan bisnis dan personal daripada apa yang baik bagi masyarakat kita. Sehingga muncullah kaum-kaum jutawan setengah terpelajar yang sama sekali tidak menghargai pendidikan atau pelayanan.
Mengapa sikap seperti ini, ketika Islam mengajarkan bahwa setiap orang yang mencari kebajikan selayaknya bersama mereka yang bajik dan bersahabat dengan mereka yang berbudi pekerti luhur - mereka yang terpelajar, simpatik, dermawan, jujur, ramah, sabar, terpercaya, murah hati, tahu diri dan sahabat sejati?
Jadi jika negara-negara Muslim ingin mengambil kembali khazanah pengetahuan mereka yang hilang, mereka harus meneliti kembali jejak mereka terdahulu yang membuat mereka sukses dan menyingkirkan cara-cara yang dipakai pada saat ini yang mengantarkan kepada kegelapan dan kehancuran.
Izinkan kembali saya memaparkan perkataan Carli Fiorina, yang mengatakan, “Pemimpin-pemimpin seperti Sulaiman berkontribusi terhadap gagasan-gagasan toleransi dan kepemimpinan sipil kita. Dan mungkin kita bisa belajar dari contoh yang ia terapkan: Sebuah kepemimpinan berdasarkan keahlian dan kemampuan, bukan berdasarkan keturunan. Sebuah kepemimpinan yang memanfaatkan kemampuan penuh dari keberagaman populasi masyarakatnya yang termasuk di dalamnya kaum Kristiani, kaum Muslim, dan kaum Yahudi. Kepemimpinan gemilang seperti inilah yang menumbuhkan kebudayaan, stabilitas, keberagaman dan teguhnya harapan yang membawa mereka menuju 800 tahun era penemuan dan kemakmuran.”
Apakah pemimpin-pemimpin kita akan memperhatikan dan mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan mereka?

3. Melangkah melampaui apa yang diharapkan:
Sebagaimana saya kemukakan diatas, kaum Muslim sangat jauh tertinggal pada setiap bidang pengetahuan. Adalah tidak mungkin menutupi jurang yang semakin lebar ini hanya dengan mengikuti arus atau hanya melakukan apa-apa seadanya. Strategi kita seharusnya adalah berusaha melangkah melampaui kemampuan rata-rata kita, melakukan hal-hal yang lebih besar. Untuk menjelaskan poin ini, izinkan saya menutupnya dengan sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW.
Diriwayatkan dari Thalhah bin ‘Ubaidillah r.a.:
Seorang lelaki dengan rambut tergerai dari Najd menemui Rasulullah Saw. dan kami mendengar suaranya yang keras meskipun tidak bisa menangkap apa maksudnya, kemudian lelaki itu mendekat (hingga akhirnya kami tahu bahwa ia datang untuk) bertanya tentang Islam. Rasulullah Saw. bersabda, “Kau harus mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam.” Laki-laki itu bertanya, “Adakah shalat lain yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan shalat nawafil.” Lebih jauh Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus mengerjakan puasa selama bulan Ramadhan.” Orang itu bertanya, “Adakah puasa lainnya yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan puasa sunnah.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus membayar zakat.” Orang itu bertanya, “Apakah masih ada yang lainnya yang harus kubayar selain zakat?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Kecuali jika kau ingin mendermakan sebagian milikmu.” Kemudian laki-laki itu pamit seraya berkata, “Demi Allah! Aku tidak akan mengerjakan yang lain selain ini. Rasulullah Saw. bersabda, “Jika yang dia katakan benar, dia akan masuk surga.”

Wednesday, March 20, 2013

Keutamaan Membaca Al Quran

Posted by Ulfi_Adelia at 6:30 AM 0 comments
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." Muttafaqun `Alaihi.

Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan Al Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak. Membaca Al Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk mengairahkan serta menghidupkan kembali kegairahan kita dalam membaca Al Qur`an, kami sampaikan beberapa keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :

1. Manusia yang terbaik.
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." H.R. Bukhari.

2. Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." Muttafaqun `Alaihi.

3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat.
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : "Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya)." H.R. Muslim.

4. Kenikmatan tiada tara
Dari Ibnu `Umar t, dari Nabi bersabda : "Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam." Muttafaqun `Alaihi.

5. Ladang pahala.
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." H.R. At Tirmidzi dan berkata : "Hadits hasan shahih".

6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. " H.R. Abu Daud.

KEMBALI KEPADA AL QUR`AN

Bukti empirik di lapangan terlihat dengan sangat jelas bahwa kaum muslimin pada saat ini telah jauh dari Al Qur`an Al Karim yang merupakan petunjuknya dalam mengarungi bahtera kehidupannya (The Way of Life). Firman Allah I :
Berkatalah Rasul:"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. 25:30)

Dan mereka (para musuh Islam) berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu Al Qur`an Al Karim. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Al Qur`an Al Karim mengenai target rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :
Dan orang-orang yang kafir berkata:"Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur'an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka). (QS. 41:26)

Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan : "Selagi Al Qur`an masih di tangan umat Islam, Eropa tidak akan dapat mengusai negara-negara Timur." (Lihat buku "Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern" oleh Nabil Bin Abdurrahman Al Mahisy / 13).
Jauhnya umat terhadap Al Qur`an Al Karim merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Perkara untuk mempedomi petunjuk Allah I melalui kitab-Nya, bukan sekedar perbuatan sunnah atau suatu pilihan. Firman Allah I :
Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. 33:36)

Tegasnya, menjadikan kitab Allah Subhanahu wa Ta`ala sebagai sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan dan mengembalikan segala masalah hanya kepada-Nya merupakan suatu keharusan oleh setiap diri kita. Kita sama-sama bersepakat bahwa dalam menanggulangi masalah kerusakan sebuah pesawat terbang, kita harus memanggil seorang insinyur yang membuat pesawat itu, dan kita sama-sama bersepakat bahwa seorang pilot yang akan mengoperasionalkan suatu pesawat terbang harus mengikuti buku petunjuk oprasional pesawat yang dikeluarkan dari perusahaan yang memproduksinya. Tetapi mengapa kita tidak mau menerapkan prinsip ini dalam diri kita sendiri. Allah I lah yang menciptakan kita dan hanya petunjuk-Nya yang benar. Sedang kita mengetahui bahwa pegangan yang mantap dan pengarahan yang benar hanyalah :
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". (QS. 2:120)


Ringkas dan tegas. Petunjuk Allah I itulah petunjuk. Selain dari itu bukan petunjuk. Tidak bertele-tele, tidak ada helah, tidak dapat ditukar. Rasulullah e bersabda :
"Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al Qur`an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula." H.R. Muslim.
Karena itu jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari garis yang tegas ini :
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara kasat mata.

Kita berdoa kepada Allah I, semoga Dia I mengerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Nabinya e sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana firman-Nya I :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. 3:110)

Tuesday, March 19, 2013

Totalitas mencintanya Rasulullah SAW

Posted by Ulfi_Adelia at 6:26 AM 0 comments
Assalamu Alaikum Wr. Wb..

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya. tidak lupa shalawat kita haturkan kepada Rasululluah SAW..
Saya hanya ingin memposting beberapa isi dari buku "Secret of Muslim" karya Bang Herry Nurdi yang cukup membuat saya tertarik untuk mempostingnya. Bagi yang sudah baca mungkin sudah tau bab Totalitas mencinta. Jadi mari kita baca sepenggalan kisah Rasulullah SAW, semoga kita diberi pemahaman mengenai totalitas mencinta itu sendiri. ^^

"manusia tidak jatuh 'kedalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'. tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta," begitu kata Leo F. Buscaglia dalam sebuah ceramah. cinta mengajarkan kita bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. bandung bondowoso tak tanggung2 membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk rorojonggrang seorang. sangkuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi dayang sumbi terkasih yang ternyata ibunya sendiri. tajmahal yang indah di india, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta. cinta adalah kaki2 yang melangkah membangun samudera kebaikan. cinta adalah tangan2 yang merajut hamparan permadani kasih sayang. cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. dan islam tidak saja mengagungkan cinta tetapi memberikan contoh kongkret dalam kehidupan. lewat kehidupan manusia mulia, rasulullah tercinta. ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan rasulnya. pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung2 gurun enggan mengepakkan sayap. pagi itu rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihnya. maka taati dan berdakwalah kepadanya. kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan al-qur'an. barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang2 yang mencintaiku akan bersama sama masuk surga bersama aku" khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata rasulullah yang teguh menatap sahabatnya satu persatu. abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya, utsman menghela napas panjang, dan ali menundukkan kepalanya dalam2. isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah semua sahabat kala itu. matahari kian tinggi, tapi pintu rasulullah masih tertutup. sedang didalamnya, rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. tiba2 dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam "bolehkah saya masuk ?" tanyanya. tapi fatimah tidak mengizinkannya masuk, "maafkanlah, ayahku sedang demam," kata fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada fatimah, "siapakah itu wahai anakku ?" "tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya." tutur fatimah lembut. lalu, rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. satu2 bagian wajahnya seolah hendak dikenang. "ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikat maut." kata rasulullah, fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. malaikat maut datang menghampiri, tapi rasulullah menanyakan mengapa jibril tak ikut menyertai. kemudian dipanggillah jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih allah dan penghulu dunia ini. "jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan allah ?" tanya rasulullah dengan suara yang amat lemah. "pintu2 langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. tapi itu ternyata tak membuat rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. " engkau tidak senang mendengar kabar ini ?" tanya jibril. "kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "jangan khawatir wahai rasul allah, aku pernah mendengar allah berfirman kepadaku : "kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya," kata jibril . detik2 makin dekat, saatnya izrail melakukan tugas. perlahan ruh rasulullah ditarik. tampak seluruh tubuh rasulullah bersimbah peluh, urat2 lehernya menegang. "jibril, betapa sakit sakaratul maut ini," lirih rasulullah mengaduh. fatimah terpejam, ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, dan jibril membuang muka. "jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu jibril ?" "siapakah yang tega melihat kekasih allah direnggut ajal ?" tanya jibril. sebentar kemudian terdengar rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "ya allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku," badan rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ali segera mendekatkan telinganya. "uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang2 lemah diantaramu." diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan ali kembali mendekatkan telinga ke bibir rasulullah yang mulai kebiruan. "ummatii, ummatii, ummatii....." dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. kini, mampukah kita mencinta sepertinya ?? living islam, dengan perubahan .

Sunday, January 20, 2013

Al Quran berbicara bentuk bumi

Posted by Ulfi_Adelia at 6:59 PM 0 comments
Di era ketika teknologi belum berkembang mulai muncul pertanyaan seperti apakah bentuk bumi. Dahulu kala banyak yang menganggap bahwa bumi itu datar maka ketika seseorang melakukan perjalanan sampai pada ujungnya konon maka ia akan terjungkal ke angkasa.
Flat Earth Society
Anggapan yang demikian pun di era modern ini masih ada. Flat Earth Society (juga dikenal sebagai International Flat Earth Society atau International Flat Earth Research Society) adalah sebuah organisasi yang memiliki keyakinan bahwa bumi berbentuk datar, bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa bumi itu bulat. Organisasi modernnya didirikan oleh seorang pria asal Inggris, Samuel Shenton pada 1956, dan kemudian dipimpin oleh Charles K. Johnson, yang menjadikan rumahnya di Lancaster, California, sebagai basis organisasi. Organisasi ini tidak lagi aktif semenjak kematian Johnson pada 2001, namun baru-baru ini organisasi Flat Earth Society dimunculkan kembali oleh presiden barunya, Daniel Shenton.
Pendukung Flat Earth Society pada masa kini tidak memiliki satu teori yang disetuju bersama. Tiap anggota memiliki gagasan yang berbeda mengenai bagaimana Bumi diciptakan. Beberapa mendukung gagasan bahwa bumi datar sepenuhnya, sementara yang lain mendukung bentuk cakram.
Daniel Shenton telah membangkitkan kembali organisasi Flat Earth society. Dalam suatu artikel di The Guardian, Shenton mengatakan bahwa dia memiliki 60 anggota. Laporan tersebut juga menyatakan Shenton memiliki situs web yang di dalamnya terdapat buletin organisasi dari tahun 1970-an dan 80-an.
Ilmuwan Barat Atau Islam?
epicycleWacana bentuk bumi bundar baru berkembang di Barat pada abad ke-16 M. Adalah Nicoulas Copernicus yang mencetuskannya. Di tengah kekuasaan Gereja yang dominan, Copernicus yang lahir di Polandia melawan arus dengan menyatakan bahwa seluruh alam semesta merupakan bola. Sejarah Barat kemudian mengklaim bahwa Copernicus-lah ilmuwan pertama yang menggulirkan teori bumi bulat. Kemudian juga dibuktikan oleh Ferdinand magelhaens ketika mengelilingi dunia pertama kali pada tahun 1522
Klaim Barat selama berabad-abad itu akhirnya telah terpatahkan. Sejarah kemudian mencatat bahwa para sarjana Islam-lah yang mencetuskan teori bentuk bumi itu. Para sejarawan bahkan memiliki bukti bahwa Copernicus banyak terpengaruh oleh hasil pemikiran ilmuwan Islam. Para sejarawan  sains sejak tahun 1950-an mengkaji hubungan Copernicus dengan pemikiran ilmuwan Muslim dari abad ke-11 hingga 15 M.
Hasil penelitian yang dilakukan  Edward S Kennedy dari  American University of Beirut  menemukan adanya kesamaan antara matematika yang digunakan Copernicus untuk mengembangkan teorinya dengan matematika yang digunakan para astronom Islam –dua atau tiga abad sebelumnya. Copernicus ternyata banyak terpengaruh oleh astronom Muslim seperti  Ibn al-Shatir (wafat 1375), Mu'ayyad al-Din al-'Urdi (wafat 1266) dan Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274).
Secara resmi, para sarjana Muslim telah mengeluarkan kesepakatan bersama dalam bentuk ijma tentang bentuk bumi bundar. Teori bentuk bumi bulat diyakini oleh Ibnu Hazm (wafat 1069), Ibnu Al-Jawi (wafat 1200) dan Ibnu Taimiyah (wafat 1328). Penegasan ketika tokoh Islam itu untuk memperkuat hasil penelitian dan penemuan yang dicapai astronom dan matematikus Muslim.

Sains Modern
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini orang bisa melihat bentuk asli bumi dari luar angkasa. Sehingga terbuktilah secara ilmiah bahwa bentuk bumi itu bulat. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa membuktikan bahwa bumi bula, misalnya ketika ada kapal yang hendak berlabuh yang kelihatan duluan cerobong baru badannya, ketika terjadi gerhana pasti bayangan bumi berbentuk lengkungan dan kalau ada pesawat yang terbang dari satu titik untuk mengelilingi bumi maka ia akan kembali pada titik semula itu.

Ketika Al-Quran Berbicara
Informasi mengenai bumi bulat, dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur'an mengenai pergantian siang dan malam :
“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam?” (QS. Lukman (31) : 29).
Menurut ahli tafsir, kata memasukkan pada ayat di atas diartikan sebagai malam lambat laun berubah menjadi siang demikian pula sebaliknya. Peristiwa ini hanya dapat terjadi jika bumi bukan datar tetapi bulat. Jika bumi datar, maka akan terjadi perubahan secara tiba-tiba dari malam menjadi siang. Begitu pula dari siang menjadi malam.
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar: Dia menutupkan malam atas siang dan siang atas malam.” (QS. Az-Zumar (39) : 5).
Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat. Sa_
Dari berbagai sumber

*PENTINGNYA ILMU ......!!!*.

Posted by Ulfi_Adelia at 3:32 AM 0 comments

“Allah akan MENINGGIKAN orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah:11)

Al-Imam Asy-...Syafi’i:
“BELAJARLAH karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan BERILMU, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang BESAR tetapi tidak memiliki ILMU maka sebenarnya kaum itu adalah KECIL apabila terluput darinya KEAGUNGAN (ILMU).
Dan sesungguhnya kaum yang KECIL jika memiliki ILMU maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang BESAR apabila perkumpulan mereka selalu dengan ILMU.”

Kebutuhan manusia terhadap ILMU itu lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada MAKANAN dan MINUMAN, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ILMU dibutuhkan sebanyak SEJUMLAH PERNAFASAN kita sepanjang hari. ( Imam Ahmad bin Hambal)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “ILMU itu lebih baik daripada HARTA, ILMU akan MENJAGAMU sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu HAKIM (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang DIHAKIMI. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para PEMILIK ILMU, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka TETAP ADA pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Dari Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullaah, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ILMU lalu aku MENGAJARKANNYA kepada seorang muslim di jalan Allah LEBIH AKU CINTAIi daripada aku mempunyai DUNIA SELURUHNYA.” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21)

Muadz bin Jabal pernah mengatakan:
“Pelajarilah ilmu,
karena mempelajari ilmu karena Allah adalah KEBAIKAN
dan menuntut ilmu adalah IBADAH,
pengkajiannya adalah TASBIH,
penyidikannya terhadap ilmu adalah JIHAD,
pengajarannya adalah SEDEKAH,
dan pemberian kepada ahlinya adalah PENDEKATAN DIRI kepada Allah.

Ilmu adalah PENGHIBUR dikala kesepian,
TEMAN diwaktu sendirian,
dan PETUNJUK dikala senang dan susah.
Ia adalah PEMBANTU dan TEMAN yang baik,
dan PENERANG jalan ke SYURGA.”

Siapa Muadz Bin Jabal ini? Ia seorang pemuda, yang masuk Islam ketika berumur 18 tahun kemudian Nabi Saw mengakatnya menjadi seorang penguasa sekaligus pengajar ke Negara Yaman ketika ia berusia 24 tahun. Ia dikenal sebagai ulama yang masyhur.

Dari ‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ILMU , kemudian dia menjadi TAKUT, kembali kepada Rabbnya dan BERTAUBAT, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim, 1/77)

Dan beliau juga berkata: “Wahai manusia, WAJIB atas kalian untuk BERILMU (mempelajari dan mengamalkannya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai SELENDANG yang Dia cintai. Maka barangsiapa yang MEMPELAJARI satu bab dari ILMU, Allah akan selendangkan dia dengan SELENDANG-Nya. Apabila dia terjatuh pada suatu DOSA hendaklah meminta AMPUN kepada-Nya, supaya Dia tidak melepaskan selendang-Nya tersebut SAMPAI dia MENINGGAL.” (Ibid. 1/121)

”Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka baginya satu jalan dari JALAN-JALAN SYURGA.” (Hadits hasan)

Ibnu Hazm seorang pakar fikih dan usul fikih menyimpulkan:
Ilmu pengetahuan Islam itu memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Antara lain :

1. Menghilangkan KERESAHAN
2. Menghindarkan bujukan SYETAN
3. Mengikis SUNTUK, RESAH, GUNDAH GULANA
4. Menghilangkan KESEDIHAN

“Barangsiapa yang Allah akan berikan KEBAIKAN kepada seseorang, maka Allah memberi KEFAHAMAN dalam ILMU AGAMA.”(HR. Bukhari Muslim)

Extended Network Banners
 

Mademoiselle Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea